Beranda Berbagi Berbagi Usir Nyamuk dengan Daun Serai

Usir Nyamuk dengan Daun Serai

278
0
BERBAGI

Hingga hari ini Indonesia sebagai negara tropis masih terus berkutat dengan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria dan demam berdarah. Musim penghujan adalah saat nyamuk  berkembang lebih banyak, meski musim kemarau juga belum jaminan kita terbebas dari gigitannya. Sudah banyak korban hingga tak sedikit yang berakhir fatal. Penyakit yang disebabkan nyamuk juga tidak mengenal usia bahkan status sosial masyarakat, semua bisa terdampak.

Olehkarenanya banyak produk anti nyamuk yang laris dipasaran. Bentuknya variatif, dari yang berbentuk asap, lotion, hingga semprot semuanya nyaris terbeli oleh masyarakat kita. Namun persoalannya bahwa obat obatan anti nyamuk tersebut masih banyak yang menggunakan bahan insektisida atau pembasmi serangga, padahal itu sama sekali tidak sehat. Bahkan penelitian di India menyebutkan, satu keeping obat nyamuk bakar bahayanya sama dengan 100 batang rokok.

Meski tidak semua obat anti nyamuk memiliki kadar bahaya yang sama bagi kesehatan, maka kita harus lebih selektif dalam menggunakannya. Lantas bagaimana dengan masyrakat kita yang sudah terlanjur percaya dengan kinerja obat obatan tersebut?

Adalah Titing Erniati (50 tahun) seorang ibu rumah tangga kelahiran Kabupaten Banjarnegara yang tinggal di kawasan Bumi Wanamukti, Tembalang, Kota Semarang yang memberikan tips sehat bagaimana mengusir nyamuk dengan bahan alami dan bebas dari efek samping obat obatan kimia sintetik. Ia hanya menggunakan batang serai yang umumnya digunakan sebagai bumbu masak. Berikut penjelasan lengkapnya yang dituturkannya kepada Selaras.

Seperti apa awal mula anda menggunakan serai sebagai pengusir nyamuk?

Sebenarnya hal ini sudah umum dimasyarakat kita bahwa aroma serai itu bisa mengusir nyamuk. Tapi mungkin itu orang orang dahulu, sedang generasi sekarang bisa jadi hanya tahu dengan obat yang dibeli di toko atau warung. Berangkat dari informasi turun temurun leluhur kita bahwa serai ini bisa digunakan sebagai cara untuk mengusir nyamuk. Aroma menyengat serai itu mungkin yang kemudian membuat nyamuk enggan mendekat pada lingkungan yang didapati ada serai.

Bagaimana teknis penggunaannya?

Caranya mudah sekali. Biasanya saya menggunakan batang serai setalah dipotong bagian bonggolnya untuk masak, kemudian sisa bagian atasnya yang saya manfaatkan untuk mengusir nyamuk. Bagian atas tersebut saya letakkan saja pada tempat tempat yang umunya sering dihinggapi nyamuk seperti bawah kolong tempat tidur. Selain itu ada yang caranya dengan memotong batang serai menjadi kecil kecil lalu dengan piring atau cawan diletakkan pada tempat tempat yang biasanya banyak nyamuknya. Ada juga yang hanya menanamnya di pekarangan depan rumah dengan mendekatkan jaraknya pada rumah.

Seberapa besar pengaruhnya?

Saya kira dampaknya cukup lumayan, meski tidak sesukses obat nyamuk pabrikan, cara ini tidak kalah bagusnya. Nyamuk yang sebelumnya banyak menjadi berkurang. Mungkin hasilnya bisa berbeda jika penggunaan serainya lebih banyak.

Kapan biasanya anda menggunakan cara ini?

Biasanya saat sore hari ketika nyamuk mulai masuk rumah. Setelah dua jam saya ganti dengan yang baru, karena menurut saya durasi efektifnya itu pada dua jam pertama, setelahnya efeknya berkurang.

Kenapa anda tidak menggunakan obat anti nyamuk pabrikan?

Sesekali bisa saya menggunakan obat seperti itu, tapi untuk kesehatannya tentu cara ini paling aman. Terlebih jika di dalam rumah ada bayi atau anak kecil. Saya kira efek sampingnya malah tidak ada.

Kajian ilmiah

Serai menghasilkan minyak atsiri, yang dikenal sebagai citronella oil. Minyak sitronella, menurut  penelitian yang dilakukan Dian Palupi SSi MSc, seperti dapat dibaca di situs bio.unsoed, mengandung dua bahan kimia penting, yaitu sitronella dan genariol. Sitronela mempunyai sifat sebagai pengusir nyamuk dan bisanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan lotion pengusir nyamuk.

Nyamuk  dalam mengincar mangsanya lebih mengandalkan daya cium, dan panas tubuh calon korbannya, tanpa bisa membedakan warna dalam penglihatannya.

Daya penciuman nyamuk itu menjadi target, dengan menyemprotkan ekstrak serai menggunakan alat semprot ke tempat persembunyian nyamuk. Zat sitronela itu memiliki sifat racun dan mematikan nyamuk, akibat kehilangan cairan terus menerus (dehidrasi) setelah mencium ekstrak tanaman ini.

Selain menggunakan ekstraknya, daun kering serai dapat juga digunakan untuk mengusir nyamuk, dengan cara menggosok-gosokkan daun sereh ke kulit. (23)