Beranda Redaksi Laporan Utama Sebab utama kesyirikan

Sebab utama kesyirikan

53
0
BERBAGI

Setiap orang itu pada dasarnya terlahir dalam keadaan fitrah atau suci dari berbagai kesyirikan dan kekufuran, akan tetapi setelah menginjak dewasa ternyata tidak setiap orang tetap dalam fitrahnya, bahkan kebanyakan orang yang lahir di dunia ini kebanyakan menjadi rusak fitrahnya, atau menjadi orang musyrik dan kafir. Bahkan meskipun telah diutus Nabi dan Rasul untuk mengembalikan kepada fitrah, kepada tauhidpun, ternyata masih jauh lebih banyak orang yang syirik dan kafir ketimbang yang beriman.

Seseorang menjadi syirik tentu disebabkan oleh berbagai macam sebab, tetapi sesungguhnya sebab yang paling utama adalah jahil, atau kebodohan terhadap masalah aqidah, kebodohan terhadap masalah tauhid dan kesyirikan. Malasnya serta enggannya mempelajari aqidah sahihah menjadikan mereka bodoh dalam masalah ini sehingga tak paham lagi apakah keyakinan yang diyakininya, dan perilaku yang dilakukannya itu benar sesuai aqidah yang lurus atau malah menyalahinya.

Kebodohan dari hulu hingga hilir

Bahkan kejahilan atau kebodohan tentang masalah aqidah ini berlaku dari hulu hingga hilir. Tidak hanya sistem yang diberlakukan oleh negara yang cenderung mengajak orang untuk syirik, bahkan sejak awal seorangh anak dilahirkan dan dibimbing oleh orang tuanyapun sudah sarat dengan nilai-nilai kesyirikan. Bagaimana tidak diajarkan kesyirikan anak-anaknya sedangkan orang tuanya tak paham syirik ?

Termasuk sistem pendidikan baik disekolah umum hingga disebagian ponpes juga tak mengajarkan tentang nilai-nilai tauhid dan pemngetehuan tentang kesyirikan. Maka tercetaklah generasi yang sejak kecil hingga dewasa yang bodoh dengan agama terutama tentang kesyrikan.

Didalam salah satu fatwanya tentang apakah orang bodoh terhadap agama itu ada permakluman, syaikh Bin Baaz berkata : “Tidak ada alasan bagi siapapun untuk mengatakan “saya jahil dalam masalah ini” sedangkan dia berada di antara kaum muslimin dan telah sampai al Qur’an dan sunah sunnah Nabi-Nya. Orang seperti ini disebut sebagai orang yang berpaling.” Beliau melanjutkan : “Maka wajib bagi muslim dan muslimah mempelajari agama, bertanya hal-hal yang membingungkan mereka, tidak berdiam diri di dalam kejahilan, tidak berpaling, dan tidak lalai. (fatwa Bin Baaz (9/313).

Larangan jahil dalam agama

Sesungguhnya Allah telah mengabarkan kepada setiap manusia agar tidak bodoh didalam agama terutama aqidah yang bisa menjatuhkannya kedalam kesyirikan, karena orang yang bodoh akan mengikuti sesuatu yang diyakininya tanpa dasar ilmu yang mengakibatkannya terjerumus kedalam kesyirikan. Padahal Allah telah memberikan segala fasilitas agar tidak menjadi orang bodoh.

“Dan janganlah kalian mengikuti (dalam masalah agama) sesuatu yang kalian tidak mempunyai ilmu tentangnya, (ingat!) sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan akal itu akan dimintai pertangung jawaban.” (QS. 17 : 36)

Tak ada permakluman

Sesungguhnya banyak orang yang karena kebodohannya menjadi salah paham, mereka mengira bahwa ketidak tahuan atau kebodohan itu akan diampuni Allah SWT. Sesungguhnya cara berfikir demikian adalah keliru sejauh-jauhnya. Bahkan para sahabat Nabi saw. sekalipun dan masih ditunggui oleh beliau, tak ada ampun jika mereka berbuat kesyirikan, meskipun mereka baru masuk islam.

“Dari Abu Waqid al-Laitsi ra, dia berkata : “Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah saw. menuju Hunain, saat itu kami baru saja keluar dari kekafiran. Ketika itu orang-orang musyrik punya sebuah pohon yang mereka beri’tikaf dan menggantungkan senjata mereka dipohon itu. Pohon itu disebut dengan Dzatu Anwath. Tatkala kami melewati pohon itu kami berkata, “Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.” Rasulullah saw. menjawab, “Allahu akbar! Inilah perilaku (syirik) itu! Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian meminta sesuatu sebagaimana yang diminta oleh Bani Isra’il kepada Musa : “Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan. Musa berkata: Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bertindak bodoh. (Qs. 7 : 138)” Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti perilaku (kesyirikan) orang-orang sebelum kalian.” (Tirmidzi)

BERBAGI
Artikel sebelumya23 Tahun Nabi Memberantas Kesyirikan
Artikel berikutnyaNabi Menjadi Saksi
Selaras Media merupakan media yang menyediakan informasi mengenai kesehatan dan tentang syariat islam. Memberikan fasilitas bagi pelanggannya berupa konsultasi dokter dan konsultasi ustad melalui telepon yang bersifat gratis dan bebas pulsa.