Beranda Berbagi Investigasi Kosmetik Palsu Beredar Bebas

Kosmetik Palsu Beredar Bebas

191
0
BERBAGI

Peredaran kosmetika palsu atau KW yang berbahaya terus beredar bebas dan dapat dibeli mudah dipasaran. Jajaran petugas gabungan yang terdiri Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Kepolisian Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah, Kamis (31/5/2018) lalu,  melakukan penggerebekan sebuah gudang yang berkedok agen jasa pengiriman ekspedisi di Jalan Soekarno-Hatta 12 Semarang.

Setelah berhasil dibongkar ternyata gudang tersebut menyimpan ratusan ribu jenis obat dan kosmetik ilegal. Tak tanggung-tanggung, obat-obatan berbahaya ini beromzet Rp500 juta per bulan. Mereka mendatangkan barang-barang ilegal dari luar negeri itu dipasarkan melalui jaringan internet dan memiliki jaringan serupa  di Magelang. Selain itu, petugas gabungan, juga menemukan sebuah tempat untuk kantor administrasi obat-obatan ilegal itu di Magelang.

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan barang bukti berbagai jenis obat ilegal yang banyak ditemukan di peredaran antara lain berupa injeksi vitamin C, Kolagen, Gluthathion, Tretinoin, obat-obat pelangsing Sibutramine HCI, serta produk-produk skincare dengan total sejumlah 146 item (127.900 pieces) dengan nilai diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.

 

Telah Beredar di Pasaran

Ternyata jauh sebelum petugas membongkar jaringan ini, produk-produk kosmetik ilegal tanpa label BBPOM telah beredar bebas di pasaran. Setelah melakukan investigasi pada Senin (4/5/2018) lalu, Selaras menemukan langsung si penjual tersebut di lokasi lapak pedagang kaki lima di Jalan Haji Agus Salim (pasar Johar) Semarang.jalan

Usaha bisnis penjualan kosmetika di kaki lima ini sudah dijalani sejak lama dengan sasaran para pembeli dan pejalan kaki yang lewat. “Kami sudah lebih dari lima tahun berjualan di sini. Omsetnya yang tidak tentu, kalau pas sepi paling dapat Rp 50 ribu. Tapi kalau pas ramai bisa sampai Rp 200 – Rp300 ribu setiap harinya, apalagi menjelang lebaran seperti ini. Meski kalah jauh dengan yang ada di mall atau swalayan, tapi kami memiliki barang-barang yang tidak ditemukan di mall atau swalayan, seperti produk-produk tanpa merek dagang atau tanpa label BBPOM. Itu yang kadang menarik bagi konsumen karena harganya lebih murah dan bersaing dengan produk-produk yang di jual di mall,” ungkap Indah (45 tahun) pemilik lapak ini kepada Selaras.

Meski ilegal, sepertinya produk-produk ilegal tersebut tak pernah terpantau oleh aparat yang berwenang. Karena sudah lima tahun lebih mereka aman-aman saja. “Selama menempati lapak di sini dan kami juga punya kartu anggota pedagang kaki lima di sini. Dengan membayar karcis Rp 5 ribu per hari kami aman di sini. Kalaupun ada razia paling menjelang penilaian Adipura saja. Itupun Satpol PP terlebih dahulu memberikan peringatan,” bebernya.

Ternyata tidak hanya di Pasar Johar lama saja peredaran kosmetika tanpa label resmi. Karena Indah juga memiliki cabang lainnya. Bahkan para pedagang kosmetika palsu alias KW itu juga membuka cabang di sejumlah pasar lain di Kota Semarang. “Kami juga memiliki cabang penjualan di Pasar Boom Lama (Semarang Utara),” timpalnya.

 

Peringatan

Mungkin tidak hanya di kedua pasar itu saja, jika ditelisir barangkali di setiap pasar selalu ada, seperti Peterongan, Bulu, Karangayu, Bangetayu dan yang lainnya. Warning bagi masyarakat yang terbiasa mebeli produk-produk tanpa merk dagang resmi atau label BBPOM.

Sebagaimana yang dilansir dari akun Instagramnya @bpom_ri, BPOM yang menuliskan paling tidak ada tiga kandungan bahan berbahaya yang kerap ditemukan dalam kosmetik Kandungan itu adalah merkuri, hidrokinon, dan pewarna merah K10. Kandungan-kandungan ini tergolong obat keras serta beresiko meerusak penggunanya dari mulai merusak kulit hingga ginjal.

“Biasanya obat-obatan ini mengandung hidrokinon dan tretinoin. Jika dipakai bisa menyebabkan iritasi, merah, rusaklah secara langsung di permukaan kulit kita. Tapi di satu sisi dia juga bisa masuk ke dalam sistem metabolis tubuh, karena kulit kan dekat dengan peredaran darah, masuk ke dalam ginjal, terakumulasi jadi karena itu sudah jelas hidrokinon dan tretinoin itu teramsuk obat keras,” jelas Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP., Kepala BPOM pusat.

Ancaman hukuman

Bila terbukti ada penjual maupun klinik-klinik yang menggunakan kosmetika tanpa merek dagang resmi para pelakunya bisa dijerat Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan bisa terrancam penjara maksimal 15 tahun dan denda sebesar satu setengah miliar rupiah. *I@m

BERBAGI
Artikel sebelumyaCara Selamat Dari Azab Kubur
Artikel berikutnyaRejeki Koruptor ?
Selaras Media merupakan media yang menyediakan informasi mengenai kesehatan dan tentang syariat islam. Memberikan fasilitas bagi pelanggannya berupa konsultasi dokter dan konsultasi ustad melalui telepon yang bersifat gratis dan bebas pulsa.